Masyarakat Keluhkan Sulit Mendapatkan Gas LPG 3 Kg
POSKOTAKALTIMNEWS.COM
- KUKAR : Kelangkaan gas LPG 3 Kg yang mulai dirasakan sejak Desember 2023 lalu dan hingga saat ini, membuat sejumlah masyarakat maupun
pedagang khususnya di Kecamatan Tenggarong mengeluh, lantaran sulitnya
mendapatkan gas LPG 3 Kg tersebut.
Sunarsih, salah satu pedagang kuliner yang berada di
Jalan Maduningrat Tenggarong mengaku kesulitan untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg
dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun ada, harganya melebihi dari pangkalan.
"Sulitnya mencari gas LPG 3 Kg belakangan ini,
kalau pun ada gas LPG harganya bisa mencapai 30-40 ribu per tabung di
eceran," ungkap Sunarsih pada Poskotakaltimnews,
Selasa (9/1/2024)
Ia khawatir apabila gas LPG 3 Kg tersebut kosong,
tentunya hal itu menjadi kendala dalam menjalankan usahanya. Sunarsih mengatakan saat berjualan, 1 tabung bisa dia gunakan untuk 2 hari, jika beralih ke tabung besar
tentunya biayanya lebih mahal.
"Saya berharap kelangkaan gas LPG 3 Kg ini tidak
berlangsung lama," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Yessi sebagai ibu rumah
tangga. Dirinya mengeluhkan sulitnya mencari gas LPG, bahkan ia mengaku harus berkeliling ke
berbagai tempat. Sulitnya mendapatkan gas LPG tersebut mulai dia rasakan sejak
sebelum pergatian tahun 2023 lalu.
"Saya lelah mencari ke sana kemari, kalau ada yang
jual itu pun harganya 40 ribu," keluh Yessi.
Sementara itu perwakilan Agen Gas LPG PT Nararya,
Erdiana Sari menanggapi kondisi kelangkaan gas LPG 3 Kg di kalangan masyarakat.
PT Nararya selalu mendistribusikan gas LPG 3 Kg ke sejumlah pangkalan yang ada
di Kukar.
"Kalau dari kami tidak ada hambatan, setiap hari
kami aktif menyalurkan kecuali hari libur, dan menyebar ke beberapa Kecamatan
di Kukar," kata Erdiana Sari.
Ia menyebutkan, PT Nararya memiliki 75 pangkalan dan
setiap pangkalan kuotanya berbeda sesuai dengan isi kontrak awal. Dalam sehari
bisa 5-6 truk dengan total 2.800 tabung.
"Jadi kami tak tahu apa yang menjadi penyebab
kesulitan gas LPG 3 Kg ditengah masyarakat, karena distribusi dari kami lancar
lancar saja," sebutnya.
Ia menegaskan, agen hanya mendistribusikan LPG ke setiap pangkalan saja. Agen tak melayani pembelian langsung dari masyarakat, dalam pembelian LPG di pangkalan masyarakat harus diwajibkan untuk menggunakan KTP.
"Pembelian LPG menggunakan KTP sudah berjalan
beberapa waktu lalu, kalau tak menggunakan KTP maka tak dilayani karena hal itu
telah menjadi peraturannya," pungkasnya. (riz)